MATARAM — Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) akan mengalokasikan tambahan anggaran sekitar Rp 6 miliar pada perubahan APBD 2026.
Kepala Dinas DPUPRKP NTB, Lalu Kusuma Wijaya menyampaikan hal itu dilakukan untuk menangani hampir 20 titik perbaikan jalan di beberapa wilayah, termasuk kawasan Bengkolan, dan wilayah Bima, Dompu yaitu Lingkar Tambora, dan Raba Kodo.

Namun, pada sisi yang lain Wijaya menegaskan adanya masalah pada pasokan aspal yang belum ada.
“Aspalnya langka, saya coba menghubungi beberapa penyedia pasokan teman-teman AMP, belum normal pasokan katanya dan itu kendalanya,” kata Wijaya.
Wijaya juga melanjutkan akan ada sedikit keterlambatan jika pendistribusian aspal belum normal. Artinya menurut dia, 20 titik perbaikan yang disampaikan mungkin tidak bisa cepat ditanggani.
“Kemungkinan tidak bisa cepat kita tangani, ya, mudah-mudahan di November ini sudah bisa normal,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan dari sisi volume tidak terlalu banyak jalan yang diperbaiki, tetapi lebih kepada spotnya yang banyak. Adapun 20 titik perbaikan ini katanya akan mengalokasikan anggaran enam miliar.
“Totalnya kita kurang lebih dari penambahan ya enam miliar, paling banyak itu di pulau sumbawa,” ungkapnya.
Pada tahap sekarang, Wijaya menegaskan saat sekarang ini sedang ada verifikasi tahap dua untuk perbaikan ruas jalan sudah diajukan sebelumnya. Salah satu yang menjadi bagian dari tahap dua ini adalah perbaikan jalan di Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima.
“Jadi sudah kita ajukan, sekarang masih tahap verifikasi. Kalau sudah gol, langsung disiapkan anggaranya dan langsung dikerjakan pelaksanaan konstruksi,” tegas Wijaya.
Terkait update jalan bypas, menurut Wijaya saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan. Adapun urutanya tahap perencanaan dan finalisasi. Finalisasi ini menurutnya akan selasai pada bulan Desember.
Selain itu, Ia mengatakan saat ini sedang dilaksanakan konsultasi publik terkait Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Amdal) yang secara khusus menurutnya di Lombok Timur secara umum masyarakat mendukung.
“Dengan masyarakat kita sudah ketemu, tapi memang belum ada ikatan apa-apa, secara umum masyarakat mendukung ya,” pungkasnya. (AL-04)













