Menu ✖

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Berita

Pendaki asal Malaysia Berhasil Dievakuasi di Gunung Rinjani

badge-check


					Pendaki asal Malaysia Berhasil Dievakuasi di Gunung Rinjani Perbesar

LOMBOK TIMUR — Upaya pelaksanaan evakuasi medis udara (EMU) terhadap seorang pendaki perempuan asal Malaysia yang mengalami cedera serius di Gunung Rinjani, Lombok Timur, akhirnya berhasil diselesaikan pada Selasa (26/5) pagi. Korban yang terjatuh saat turun di jalur pendakian dari arah puncak menuju ke pelawangan dievakuasi menggunakan helikopter menuju rumah sakit di Bali.

Sebelumnya, pada Senin (25/5), Kantor SAR Mataram menerima laporan adanya pendaki asal Malaysia yang terjatuh saat turun dari puncak Gunung Rinjani. Korban dilaporkan mengalami cedera serius hingga tidak mampu menggerakkan tubuhnya dan dievakuasi oleh porter dan guide ke Pelawangan 2 Sembalun.

Menanggapi laporan tersebut, tim rescue dari Pos SAR Kayangan dan Kantor SAR Mataram segera dikerahkan ke lokasi. Untuk mempercepat proses penanganan, helikopter milik PT SGi Air Bali diterjunkan langsung dari Bali.

Setibanya di lokasi pada Senin sore, kru helikopter menghadapi kendala kabut tebal yang menyelimuti kawasan Pelawangan 2 Sembalun. Meskipun telah mencoba bermanuver mencari celah, jarak pandang yang sangat terbatas memaksa helikopter untuk kembali ke pangkalan di Bali demi aspek keselamatan penerbangan.

Berdasarkan rekomendasi medis dari tim Nusa Medica clinic, diputuskan agar korban tidak dipindahkan sementara waktu untuk menjaga stabilitas kondisinya. Selama masa penundaan, korban tetap dalam pengawasan intensif oleh perawat, serta tim SAR gabungan yang berada di lokasi.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menyatakan bahwa pihaknya memprioritaskan keselamatan korban dan kru. “Karena kendala cuaca berupa kabut tebal, evakuasi udara kami tunda dan baru dilanjutkan kembali saat jarak pandang dinyatakan aman,” jelas Hariyadi.

Kondisi cuaca yang mulai membaik pada Selasa (26/5) pagi memungkinkan helikopter PT SGi Air Bali untuk kembali beroperasi. Helikopter take off pukul 08.05 Wita dari Lapangan Sembalun menuju ke Pelawangan 2 Sembalun untuk melaksanakan evakuasi udara.

Setelah persiapan evakuasi selesai, korban segera dipindahkan ke dalam helikopter dan take off dari Pelawangan 2 menuju Bali pada pukul 08.17 WITA. Helikopter mendarat di helipad di Benoa, Bali pada pukul 09.05 WITA. Korban kemudian segera dirujuk ke Rumah Sakit Inmedika Sanur, Bali untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Keberhasilan operasi SAR ini merupakan hasil sinergi antara Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), PT. SGi Air Bali, Nusa Medica Clinic dan tim medis, BPBD Lombok Timur, EMHC, SAR Unit Lombok Timur, serta porter dan guide yang sigap menjaga kondisi korban selama di gunung hingga tiba di bali dengan selamat. (AL-03) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pangdam XXX/Rinambora Mayjen TNI Edi Saputra Menerima Alih Kodal Kesatuan Baru TNI AD

17 Oktober 2026 - 08:14 WITA

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Pecahkan Rekor pengunjung, Dampak Ekonomi Tembus Rp5,2 Triliun

15 Oktober 2026 - 11:38 WITA

Tingkatkan Kinerja dan Akuntabilitas Anggaran, Komlekdam IX/Udayana Jalani Audit Kinerja Itdam

12 Oktober 2026 - 17:07 WITA

Sukses Kawal MotoGP Mandalika 2026, Kakomlekdam IX/Udayana Apresiasi Kinerja Denkomlekrem 162

12 Oktober 2026 - 08:29 WITA

Brimob Sumbawa Bantu Kebutuhan Air Bersih Warga Unter Iwes

9 Oktober 2026 - 15:33 WITA

Trending di Berita