Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Politik

Pengamat Politik : Duet Tuan Guru Hazmi-Satriadi Aman, Lainnya Masih Rebutan Parpol

badge-check


					Pengamat Politik : Duet Tuan Guru Hazmi-Satriadi Aman, Lainnya Masih Rebutan Parpol Perbesar

LOMBOK TIMUR — Rebutan kursi partai pengusung sebagai syarat bakal calon bupati/wakil Bupati mendatar Ke KPU makin panas. Nyaris semua paslon di Lombok Timur belum aman kecuali duet TGH. Hazmi Hamzar-Lalu Satriadi yang hampir pasti menggunakan PPP, Demokrat dan Partai Hanura.

Pengamat politik dan pemerhati sosial, Dr. H. Hamidi mensimulasikan kegundahan perasaan paslon melalui perhitungan politis yang rill sesuai kondisi poli Lombok Timur kekinian.

Dijelaskan, Jumlah kursi legislatif di Kabupaten Lombok Timur ada 50 kursi dibagi oleh 13 partai dari 18 partai peserta pemilu kemarin. Dimana Gerindra memperoleh 6 kursi, PAN 6 kursi, PKS 5 kursi, Demokrat 5 Kursi, Nasdem 5 kursi, PPP 4 kursi, PKB 4 kursi, Golkar 4 kursi, Perindo 4 kursi, PDI 3 kursi, Gelora 2 kursi, Hanura dan PBB masing masing memperoleh 1 kursi.

Dari 13 partai tersebut, tidak ada satupun yang memperoleh 10 kursi, sehingga harus berkoalisi dengan partai lain jika ingin mengusung kadernya maju sebagai calon bupati dan wakil bupati Lombok Timur pada pilkada serentak 27 Nopember 2024.

Menarik untuk kita analisis peluang dan tantangan dari beberapa bakal calon yang sudah mendapatkan tugas dari partai politik yang akan mengusungnya.
Diantaranya H. Iron sebagai dengan partai Gerindra Lombok Timur, H. Rumaksi dengan partai Nasdem, H. Nasrudin dengan PAN, SJP dengan PKS, TGH. Hazmi Hamzar dengan PPP dan H. Wahid dengan PKB.

Karena perolehan kursi dari partai parlemen di Lombok Timur tidak ada yang memperoleh 10 kursi sehingga harus berkoalisi dengan partai lain jika ingin mengusung kadernya untuk maju sebagai calon bupati dan wakil bupati Lombok Timur.

“Fenomena surat tugas dari partai politik yang layak kita jadikan tolok ukur peluang dari bakal calon bupati dan wakil bupati Lombok Timur yang akan maju, ” ujarnya Senin (15/7).

Contohnya ada tiga calon bupati dan wakil bupati yang mendapat surat tugas dari PAN yaitu H. Nasrudin dan H. Tanwirul Anhar sebagai calon bupati dan H. Edwin sebagai wakil bupati.

Begitu juga dengan Gerindra yang diperebutkan oleh H Iron, Ranya dan TG. Fatihin dari NW Anjani. Demokrat yang memberikan tugas kepada Amrul Jihadi yang berpasangan dengan H. Rumaksi bubar ditengah jalan.

Jika dilihat dari aspek kepartaian, yang relatif berpeluang untuk bisa sampai ke KPUD adalah pertama Pasangan TGH. Hazmi Hamzar + H.L. Satriadi yang diusulkan oleh PPP, Demokrat dan Hanura dengan 10 kursi apalagi setelah Amrul Jihadi mengundurkan diri sebagai calon wakil bupati. Kedua Pasangan Lutfi + Wahid, yang diusulkan oleh PKB, Perindo dan Gelora dengan 10 kursi, akan tetapi belakangan ini Gelora sudah melakukan pendalaman visi, misi dari H. Rumaksi sehingga berpotensi untuk jadi rebutan.

Ketiga pasangan H. Iron + Edwin yang awal mensosialisasan diri sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati, namun hingga sekarang belum ada titik terang partai mana yang akan mengusungnya.

Sekalipun H Iron adalah Ketua Gerindra Lombok Timur tapi sampai sekarang belum mendapat Rekomendasi dari partai besutan presiden terpilih Prabowo Subianto. Demikian halnya dengan Edwin yang ditugaskan oleh PAN yang juga diperebutkan oleh H.Tanwir dan H. Nasrudin. Keempat adalah Pasangan SJP + H. Nas yang hingga sekarang belum ada kesepakatan.

Kelima pasangan H. Rumaksi+Sukisman yang masing mencari partai koalisi agar bisa memenuhi syarat pencalonan
Sementara Golkar, PDI hingga sekarang belum menentukan sikap dukungan kepada pasangan siapapun. (AL-03) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rachmat Hidayat Tegaskan PDIP Tolak Pilkada Melalui DPRD

7 Februari 2026 - 13:46 WIB

Sukiman Azmi Berpeluang Menjadi Ketua Partai Demokrat NTB

28 Januari 2026 - 13:15 WIB

Pojok NTB dan Mi6 Gelar Mimbar Bebas 100 Hari Iqbal-Dinda, Panggung Bersuara bagi Khalayak

27 Mei 2025 - 13:09 WIB

Pembelian Alutsista Modern Tingkatkan Kekuatan Maritim Indonesia

17 Mei 2025 - 08:34 WIB

Kampanye Kesadaran Pemilu Diwarnai Aksi di Jalan Raya

17 April 2025 - 09:10 WIB

Trending di Politik