Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Politik

Tokoh Muda Selatan Sebut Janji Rp1 M Setiap Desa Luthfi-Wahid di Luar Nalar

badge-check


					Tokoh Muda Selatan Sebut Janji Rp1 M Setiap Desa Luthfi-Wahid di Luar Nalar Perbesar

LOMBOK TIMUR — Salah satu tokoh muda dari Selatan, Putrawan Habibi Lombok Timur, menanggapi program satu desa satu miliar yang dijanjikan pasangan bakal calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur, HM. Syamsul Luthfi dan H. Abdul Wahid (Luthfi-Wahid).

Sebelumnya Luthfi-Wahid menjanjikan satu desa satu miliar. Program unggulan ini, mendapat masukan Putrawan Habibi, seorang tokoh pemuda selatan.

Habibi mengatakan, 239 desa di Kabupaten Lombok Timur sudah memiliki Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) cukup besar saat ini. Namun, penggunaannya masih dinilai belum produktif dan bersifat konsuntif.

Hal tersebut menurutnya, pemerintah desa belum mengetahui penggunaan yang tepat dan terukur, sehingga menyebabkan dana tersebut terindikasi berpotensi disalahgunakan dan berujung korupsi.

“Banyak terindikasi korupsi. Kalau dikasih lagi semuanya tanpa target yang jelas, nanti justru mengulang aja jadinya,”kata Habibi.

Selain itu, capaian PAD Lombok Timur termasuk kabupaten terendah di NTB. Kondisi ini tidak memungkinkan program unggulan tersebut dapat terlaksana dengan mulus.

“Emang PAD kita berapa? desa kita berapa?. Punya ngak Lombok Timur uang segitu?”ujar Habibi.

Akan tetapi, tokoh muda wilayah selatan Lombok Timur ini pun menyambut baik program unggulan Luthfi-Wahid, satu desa satu miliar. “Kalau ada, dan memang sudah dihitung-hitung, berikan desa target dan tujuan yang jelas,”katanya.

Habibi menjelaskan, program unggulan satu desa satu miliar tersebut harus relistis dan jelas pemanfaatannya. Oleh karena itu, dia menyarankan penambahan anggaran desa satu miliar ini harus memiliki kriteria, tidak semua desa harus mendapatkannya.

“Misalnya insentif buat desa unggulan kah, atau program terkait Desa Produktif, dan sejenisnya. Jadi ada nuansa kompetitif dan punya keunggulan komparatif masing-masing desa,” tandasnya. (AL-03) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kader Gelora NTB Didorong Perkuat Ideologi, Targetkan Indonesia Jadi Kekuatan Dunia

12 April 2026 - 20:43 WITA

Rachmat Hidayat Tegaskan PDIP Tolak Pilkada Melalui DPRD

7 Februari 2026 - 13:46 WITA

Sukiman Azmi Berpeluang Menjadi Ketua Partai Demokrat NTB

28 Januari 2026 - 13:15 WITA

Pojok NTB dan Mi6 Gelar Mimbar Bebas 100 Hari Iqbal-Dinda, Panggung Bersuara bagi Khalayak

27 Mei 2025 - 13:09 WITA

Pembelian Alutsista Modern Tingkatkan Kekuatan Maritim Indonesia

17 Mei 2025 - 08:34 WITA

Trending di Politik