Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Headline

Viral Video Siswi SMKN 3 Pujut Mengalami Perundungan dari Kakak Kelas

badge-check


					Screenshot video seorang siswi SMKN 3 Pujut yang mengalami perundungan.(foto istimewa)
Perbesar

Screenshot video seorang siswi SMKN 3 Pujut yang mengalami perundungan.(foto istimewa)

LOMBOK TENGAH–Video seorang siswi SMKN 3 Pujut, Kabupaten Lombok Tengah mendapat kekerasan dari sesama siswi viral di media sosial (medsos) belakangan ini.

Korban berinisial M (16 tahun) siswi kelas X mengalami perundungan atau bullying dari kakak kelas siswi kelas XI. Dalam video berdurasi 27 detik itu tampak seorang siswi mengenakan seragam olahraga warna biru bertuliskan SMKN 3 Pujut ditendang dan kerudungnya ditarik oleh dua siswi lainnya sembari direkam menggunakan ponsel. Korban sampai merunduk kesakitan di lantai. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis 2 Maret 2023 lalu.

Peristiwa tersebut terjadi pada jam istirahat sekolah. Berawal dari saling ejek melalui media sosial, lalu berlanjut di sekolah. Dampak kejadian ini, siswi yang menjadi korban bullying tidak masuk sekolah karena sakit selama tiga hari. Kasus ini pun tengah ditangani Aparat Penegak Hukum (APH).

Kepala SMK Negeri 3 Pujut, Akhirman Bakri yang dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian itu. Baik pelaku maupun korban adalah peserta didik di sekolah yang dipimpinnya itu. Pihak sekolah kata Akhirman, telah mengambil langkah cepat dengan memanggil siswa dan orang tua kedua belah pihak untuk dimediasi oleh wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dan sejumlah guru. Kedua belah pihak sepakat berdamai sesuai arahan dari Dinas Dikbud NTB. ”Sudah dimediasi dan ada perdamaian. Tapi tidak tahu siapa yang edarkan videonya sehingga viral,” jelasnya.

Dia pun menyayangkan terjadinya peristiwa ini. Pihaknya sejak jauh-jauh hari telah melakukan kampanye anti bullying di SMKN 3 Pujut. Kampanye itu atas dasar arahan pihak Dinas Pendidikan Provinsi NTB untuk mengatasi kejadian seperti itu. Hanya saja, kata dia, saat kejadian itu pihak kecolongan karena kejadian tersebut terjadi pada saat keluar main. ‘Mohon maaf mungkin namanya ini kelalaian sekolah. Saat (peristiwa) itu sedang (jam) keluar main, ” tambahnya.

Pihaknya pun berjanji akan melakukan evaluasi. Salah satunya akan memperketat aturan yakni mempertegas kembali pelarangan siswa membawa handphone saat jam sekolah. ”Kita sudah ada aturan pelarangan membawa HP. Ini kita pertegas kembali,” tegasnya. (AL-05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

NTB Luncurkan Program Pemutihan PKB, Bebas Denda hingga Diskon Mutasi

15 Juni 2026 - 07:07 WITA

The Mandalika Gelar Nobar FIFA World Cup 2026 Gratis, Buka Peluang Ekonomi 137 UMKM Lokal

14 Juni 2026 - 15:11 WITA

Pemprov NTB Hapus Denda PKB dan Putihkan Tunggakan di Atas Lima Tahun

14 Juni 2026 - 14:43 WITA

ITDC Dorong UMKM Desa Penyangga ‘Naik Kelas’ dan Tumbuh Bersama The Mandalika

12 Juni 2026 - 17:24 WITA

NIP Tidak Dapat Diterbitkan, 31 Tenaga Honorer di Lombok Barat Diberhentikan

12 Juni 2026 - 15:17 WITA

Trending di Headline