Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Headline

7 Warga Binaan Buddha Lapas Lombok Barat Terima Remisi Khusus Waisak

badge-check


					7 Warga Binaan Buddha Lapas Lombok Barat Terima Remisi Khusus Waisak Perbesar

LOMBOK BARAT – Sebanyak tujuh warga binaan pemasyarakatan (WBP) beragama Buddha di Lapas Kelas IIA Lombok Barat menerima Remisi Khusus Hari Raya Waisak 2569 BE/2026 M, Minggu (31/05).

Seluruh penerima remisi memperoleh Remisi Khusus Sebagian (RK-I) dengan besaran pengurangan masa pidana antara satu hingga dua bulan. Mereka tetap menjalani sisa masa pidana sesuai putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Kelas IIA Lombok Barat, Guntur Ilman Putra, mengatakan pemberian remisi dilakukan setelah warga binaan memenuhi persyaratan administratif dan substantif yang berlaku.

“Remisi yang diberikan pada momentum Hari Raya Waisak ini merupakan bentuk penghargaan negara atas komitmen warga binaan dalam mengikuti program pembinaan secara sungguh-sungguh,” ujar Guntur.

Ia menjelaskan, warga binaan yang mendapatkan remisi harus telah menjalani masa pidana paling sedikit enam bulan, berkelakuan baik, tidak melakukan pelanggaran disiplin, serta aktif mengikuti program pembinaan.

Selain itu, proses pengusulan remisi dilakukan melalui Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN), disertai pengawasan wali pemasyarakatan dan asesmen risiko oleh asesor.

Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, menuturkan remisi merupakan salah satu bentuk implementasi sistem pemasyarakatan yang menitikberatkan pada pembinaan dan reintegrasi sosial.

“Remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana, tetapi juga bentuk apresiasi negara terhadap perubahan perilaku dan kesungguhan warga binaan dalam menjalani proses pembinaan,” kata Fadli.

Menurutnya, pemberian hak tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah bebas. (AL-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gubernur NTB Optimistis Lampaui Target BPK, Utang BLUD Tuntas 100 Persen

5 Juni 2026 - 15:25 WITA

BPK Apresiasi Transformasi Tata Kelola Keuangan Pemprov NTB, Arah Perubahan Kian Jelas

5 Juni 2026 - 13:12 WITA

NTB Gandeng IESR Susun Peta Jalan Menuju Emisi Nol Bersih 2050

4 Juni 2026 - 19:17 WITA

Pariwisata NTB Bergerak Positif, Wisman Melonjak 35,13 Persen

2 Juni 2026 - 19:44 WITA

Dubes Kazakhstan Tertarik Kerjasama Bidang Pendidikan-Agrikultur dengan NTB

2 Juni 2026 - 19:37 WITA

Trending di Headline