Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Headline

Rachmat Hidayat Sebut Ada Jual Beli Proyek dari Dana Pokir di DPRD NTB

badge-check


					Rachmat Hidayat. (foto istimewa) Perbesar

Rachmat Hidayat. (foto istimewa)

MATARAM–Ketua DPD PDIP NTB Rachmat Hidayat terang-terang akan mengkritisi kebijakan DPRD NTB.

Langkah ini diambil sebagai langkah kontrol terhadap DPRD NTB. Menurutnya, ada banyak hal yang mesti dikritisi dari kinerja anggota dewan setempat. Salah satunya, tentang program fisik yang berasal dari pokok pikiran (pokir) anggota DPRD NTB. Dia menuding ada dugaan praktek jual beli proyek yang dibiayai dari dana pokir. “Saya punya bukti,” tegasnya kepada wartawan.

Selain prektek jual beli proyek pokir, ada juga praktek ijon proyek pokir tersebut. Dimana oknum anggota dewan menarik dana lebih dahulu dari kontraktor yang belakangan ditunjuk untuk mengerjakan proyek yang dimaksud. ” Saya juga punya bukti, ada oknum pimpinan DPRD keliling
dinas-dinas untuk meminta proyek,” tambah Rachmat.

Rachmat juga menyebut telah terjadi saling sandra saat pembahasan
anggaran di DPRD NTB. Oknum dewan baru mau menyetujui anggaran yang diajukan eksekutif manakala kepentingan mereka telah terakomodasi. Hal ini berdampak pada besaran pendapatan daerah akhirnya acap tak seimbang
dengan besarnya belanja. Imbas dari semua itu kata Rachmat, utang Pemprov
NTB kepada para kontraktor kini menumpuk. Bahkan nilainya lebih dari Rp 300 miliar. Dan umumnya, para kontraktor ini adalah mereka yang mengerjakan program fisik dari pokir wakil mereka di DPRD.

Terkait persoalan utang ini, Pemprov NTB tidak sepenuhnya bisa dibebankan kepada Gubernur NTB belaka. Sebab, ada andil DPRD NTB yang menyebabkan hal
tersebut terjadi. Rachmat lalu meminta Aparat Penegak Hukum (APH) turun tangan melakukan pengusutan. Dirinya sendiri akan segera berkonsultasi
dengan aparat penegak hukum dengan membawa pula bukti-bukti yang dimilikinya.” Kita akan minta APH untuk turun tangan agar semua ini bisa
terang benderang,” tegasnya.

Pernyataan Rachmat Hidayat itu mengundang tanggapan. Samsul Qomar, politisi muda di Kabupaten Lombok Tengah meyakini Rachmat tidak asal bersuara. Sebelum berstatemen, Rachmat tentu sudah memiliki data yang valid.

Dia pun menilai pernyataan Rachmat soal indikasi adanya jual beli pokir dewan dan amburadulnya pembahasan anggaran di DPRD NTB sebagai hal yang serius. Karena itu, dia mendorong Rachmat untuk melaporkan persoalan ini ke APH. Sebaliknya Samsul menegaskan, masyarakat akan kecewa jika dugaan jual beli pokir dewan dan amburadulnya pembahasan anggaran hanya sampai pada tataran omongan di media saja. Apalagi hal ini sudah menjadi konsumsi publik. ”Sangat bagus jika segera membawa persoalan itu ke APH,” kata Samsul. (AL-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rinjani Trail Run 2026 Kembali Digelar, Gubernur Optimis Impact Besar Ekonomi Masyarakat

29 April 2026 - 05:54 WITA

Mahasiswa Kembali Desak Kejati NTB Tetapkan Anggota DPRD Penerima Gratifikasi

23 April 2026 - 16:32 WITA

Pengadaan Buku SD di Lotim Diusut Kejaksaan, Nama Terdakwa Kasus Chromebook Terseret

23 April 2026 - 16:28 WITA

Bank NTB Syariah Gandeng GOW Kota Mataram, Apresiasi Perempuan melalui Aksi Sosial di Momentum Hari Kartini 2026

23 April 2026 - 12:21 WITA

Balai Besar POM Mataram OTT 2 Pedagang Tramadol Ilegal di Lombok Timur

22 April 2026 - 01:08 WITA

Trending di Headline