MATARAM — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mematangkan langkah strategis dan konsolidasi organisasi di tingkat wilayah hingga kabupaten/kota (DPD) se-NTB. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat struktur partai serta menyelaraskan program partai dengan program pemerintah.
Ketua DPW PAN NTB, Budi Santoso menyampaikan fokus utama partai saat ini adalah menyelesaikan penataan kelembagaan dan pergantian pengurus yang belum rampung.

“Organisasi yang beberapa belum terbentuk, artinya pergantian pengurus dan segala macam, ini kita selesaikan semua secepatnya. Paling lambat Desember ini sudah diselesaikan semua,” kata Budi kepada wartawan saat ditemui usai kegiatan konsolidasi internal di Prime Plaza, Rabu, 4/11/2026.
Selain penataan struktur, Budi menegaskan PAN NTB tengah mematangkan persiapan pencalegan guna menyongsong agenda politik mendatang agar dapat berjalan dengan optimal.
Sebagai bagian dari partai koalisi pemerintah, PAN NTB berkomitmen penuh untuk mengawal dan memastikan program-program pemerintah pusat maupun daerah berjalan dengan lancar. Salah satu langkah konkrit yang dihadirkan adalah pelaksanaan program gerakan sosial bertajuk “PAN Bantu Rakyat”.
Melalui program ini, seluruh pengurus DPD dan DPC di tingkat kabupaten/kota se-NTB diinstruksikan untuk hadir langsung di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, seperti pembagian paket pasar murah dan pengawalan program-program strategis pemerintah.
Selain itu Budi mengungkap sedang mengagendakan kerja sama strategis dengan sektor pendidikan dan UMKM. PAN menggandeng universitas, salah satunya Universitas Muhammadiyah Mataram, untuk menggerakkan program Kampuspreneur.
Program ini bertujuan mencetak mahasiswa menjadi wirausahawan (entrepreneur) yang siap bersaing hingga pasar global sebagai eksportir sejak masih di bangku kuliah.
“Kampuspreneur itu bagaimana mengajari anak-anak mahasiswa menjadi entrepreneur, khususnya menjadi eksportir. Kita ajari dari hulu sampai ke hilir, dari pelatihan hingga mendapatkan pembeli (buyer). Harapannya begitu lulus, mereka tidak lagi mencari kerja, tetapi bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri,” jelasnya.
Program Kampuspreneur ini tercatat telah bekerja sama dengan lebih dari 27 kampus di Indonesia. Pada gelaran Trade Expo Indonesia sebelumnya, stan Kampuspreneur yang diikuti 20 kampus berhasil mencatatkan transaksi ekspor mencapai 24,5 juta US Dollar.
Selain menyasar mahasiswa, program pembinaan juga diarahkan pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah melalui program UMKM Bisa Ekspor. Sejumlah produk lokal NTB yang telah memiliki daya saing akan terus difasilitasi agar dapat menembus pasar internasional secara berkelanjutan.
Saat ditanya mengenai target pencapaian pada pemilu mendatang di wilayah NTB, Ketua DPW PAN NTB menegaskan target kerja seluruh kader adalah meraih hasil yang sebesar-besarnya. (AL-04)













