MATARAM — Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKB dari Dapil NTB II, H. Lalu Hardian Irfani menyampaikan apresiasi terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun ia juga menegaskan bahwa isu MBG masuk dalam kurikulum sebenarnya tidak harus dimasukan.
Pernyataan ini disampaikan Hardian setelah membuka acara Workshop pendidikan kerja sama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Komisi X DPR RI, di Hotel Lombok Raya, Kamis, 5/11/2026.

Hardian menerangkan, kalaupun nantinya MBG masuk dalam kurikulum, menurutnya hal tersebut harus melalui kajian yang komprehensif.
“Kami dari Komisi X menginginkan kalau memang itu harus maka lakukan kajian dulu, tidak bisa serta merta dipaksakan,” kata Lalu Hardian.
Hardian juga menyampaikan kalaupun nanti akan masuk dalam kurikulum maka langkah yang harus dilakukan oleh pemerintah selanjutnya adalah memperkuat pendidikan karakter, dan pendidikan dan pengetahuan tentang gizi.
Selain itu Ia juga menanggapi terkait banyaknya kasus keracunan MBG. Hardian berharap bahwa tata kelola harus menjadi faktor utama yang harus diperhatikan.
“Jadi harus dimulai dengan cara-cara yang terbaik, nah hari ini saya melihat sudah mulai berbenah misalnya melalui prasmanan, yang namanya MBG itu harus bebas dari keracunan,” harapnya.
Terkait kasus pengeroyokan yang terjadi akhir-akhir ini, menurut Hardian hal demikian menjadi keprihatinan bersama. Ia mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan untuk duduk bersama menyelesaikan masalah tersebut.
“Kalau aturan yang hari ini sudah ada kemudian belum dianggap cukup maka mencegah itu, mari kita revisi aturan itu. Seluruh pemangku kepentingan harus bahu-membahu, tidak hanya tugas Wali Kota atau APH, orang tua juga harus mengontrol anak-anak mereka,” tandasnya. (AL-04)













