Menu ✖

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Daerah

Ciki Ngebul Ditemukan Dijual di Mataram, Warga Diimbau Tidak Konsumsi

badge-check


					Jajanan chiki ngebul dinilai berbahaya bagi kesehatan.(istimewa) Perbesar

Jajanan chiki ngebul dinilai berbahaya bagi kesehatan.(istimewa)

MATARAM–Masyarakat diimbau untuk waspada dan tidak mengkonsumsi jajanan ciki ngebul.

Jajanan yang kerap pula disebut cikbul, chikibul, snack dragon breath atau snake dragon smoke disebut-sebut mengandung zat kimia liquid nitrogen (N2) atau nitrogen cair. Jika makanan itu dikonsumsi, maka akan berbahaya bagi pengonsumsinya. Dinas Kesehatan Kota Mataram semakin intensif melakukan pembinaan dan sosialisasi agar jajanan ini tidak dikonsumsi. Apalagi, pihaknya sudah menemukan ada penjual yang menjajakan jajanan ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi langsung menindaklanjuti temuan itu. Petugas sudah melakukan interogasi awal kepada penjual jajanan ciki ngebul yang ditemukan berjualan di Jalan Udayana. Penjual itu mengaku mendapatkan ciki ngebul di daerah Gerung, Lombok Barat. ‘’Kami sudah berkoordinasi dengan BPOM,’’ jelasnya.

Pihaknya kata Usman, juga sudah menginstruksikan petugas puskesmas dan Bhabinkamtibmas turun lapangan memberikan pengarahan dan sosialisasi tentang bahaya penggunaan nitrogen pada jajanan ini. Menurutnya,perlu upaya yang lebih serius untuk memproteksi masyarakat. Apalagi dampak mengonsumsi jajanan ini sangat berbahaya. Nitrogen penggunaannya kebanyakan di indutsri farmasi digunakan untuk mengawetkan sampel biologis. ‘’Berbahaya itu. Teman-teman puskesmas juga sudah berkeliling pakai mobil memberikan penyuluhan,’’ beber Usman.

Usman juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan kaitannya untuk meningkatkan pengawasan penjualan ciki ngebul di sekitar sekolah. Diharapkan, jajanan ini tidak dijual karena bisa dikonsumsi oleh anak-anak. ‘’Saya sudah sampaikan ke Pak Kadis Pendidikan dan Kepala Kemenag untuk jangan jualan dulu di sekolah,’’ pinta Usman. (AL-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BRIDA Kota Mataram Umumkan Para Juara LKTI dan Teknologi Tepat Guna 2026

8 Oktober 2026 - 15:57 WITA

Perkuat Keamanan Komunikasi Bali-Nusra, Komlekdam IX/Udayana dan Balmon Denpasar Mantapkan Sinergi

23 September 2026 - 18:14 WITA

IX/Udayana Lepas Satgas Komlek Ke Perbatasan RI-RDTL

21 September 2026 - 20:35 WITA

BADKO HMI Laporkan Kasus Reklamasi Pantai Amahami ke Polda NTB, Dua Wali Kota Bima Disenggol

17 September 2026 - 18:55 WITA

Pastikan Keselamatan Personel, Komlekdam IX/Udayana Cek Instalasi Listrik Rumah Dinas di Kepaon

17 September 2026 - 13:34 WITA

Trending di Daerah