Menu ✖

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Daerah

Cuaca Buruk, Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Ditutup

badge-check


					Arus penyeberangan di Pelabuhan Lembar ditutup akibat cuaca buruk. (Foto : Istimewa) Perbesar

Arus penyeberangan di Pelabuhan Lembar ditutup akibat cuaca buruk. (Foto : Istimewa)

MATARAM–Arus penyeberangan dari pelabuhan Lembar, Lombok Barat ditutup.
Langkah penutupan ini dilakukan karena cuaca buruk yang melanda perairan selat Lombok. Pertimbangan lainnya menyangkut keselamatan dan keamanan pelayaran. ” Maka pada tanggal 13 Maret 2024 keberangkatan kapal di pelabuhan penyebarangan Lembar ditunda sampai dengan cuaca normal kembali,” bunyi pengumuman yang ditandatangani oleh Koordinator Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Lembar, Koda Pahlianus Nelson.

Sementara itu Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid memprakirakan pada periode tanggal 10 Maret sampai 16 Maret 2024, potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang melanda wilayah NTB pada pagi hingga dini hari.
Sementara itu tinggi gelombang di Selat Lombok bagian Utara, Selat Alas bagian utara,Perairan Utara Sumbawa, dan Selat Sape bagian utara mencapai 1,25 – 2,5 meter. Di Selat Lombok bagian Selatan, Selat Alas bagian selatan, dan Selat Sape bagian selatan tinggi gelombang mencapai 2,5 – 4,0 meter. Sedangkan gelombang sangat tinggi mencapai 4,0 – 6,0 meter terjadi di Samudera Hindia Selatan NTB.

Kepala Stasiun Meteorologi ZAM Satria Topan Primadi, S.Si menjelaskan, kondisi cuaca di seluruh wilayah Indonesia saat ini menunjukkan signifikansi dinamika atmosfer yang berdampak pada potensi peningkatan curah hujan disejumlah wilayah di Indonesia. Kondisi atmosfer
menunjukkan aktifnya beberapa fenomena yang mendukung pembentukan awan hujan yang cukup intensif dalam beberapa waktu kedepan, diantaranya aktifnya gelombang atmosfer Equatorial Rossby serta aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) di wilayah Indonesia. Selain itu terpantau sirkulasi siklonik di Samudera Hindia sebelah barat daya Lampung yang
membentuk daerah pertemuan angin (konvergensi) di wilayah NTB. ”Hal tersebut dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan
potensi pertumbuhan awan-awan hujan di beberapa wilayah Indonesia termasuk NTB dalam beberapa hari kedepan,” jelasnya. (AL-02)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BRIDA Kota Mataram Umumkan Para Juara LKTI dan Teknologi Tepat Guna 2026

8 Oktober 2026 - 15:57 WITA

Perkuat Keamanan Komunikasi Bali-Nusra, Komlekdam IX/Udayana dan Balmon Denpasar Mantapkan Sinergi

23 September 2026 - 18:14 WITA

IX/Udayana Lepas Satgas Komlek Ke Perbatasan RI-RDTL

21 September 2026 - 20:35 WITA

BADKO HMI Laporkan Kasus Reklamasi Pantai Amahami ke Polda NTB, Dua Wali Kota Bima Disenggol

17 September 2026 - 18:55 WITA

Pastikan Keselamatan Personel, Komlekdam IX/Udayana Cek Instalasi Listrik Rumah Dinas di Kepaon

17 September 2026 - 13:34 WITA

Trending di Daerah