Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Pendidikan

Dikbud Lombok Timur Minta Permainan Lato-lato di Sekolah Ditertibkan

badge-check

LOMBOK TIMUR– Permainan lato-lato tengah digandrungi anak-anak belakangan ini. Namun permainan ini dikhawatirkan berdampak pada waktu belajar anak-anak.

Menyikapi masalah itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur menginstruksikan seluruh kepala Sekolah Dasar (SD) di wilayah ini untuk menertibkan permainan lato-lato di sekolah. Pihaknya khawatir permainan ini dapat mengganggu proses belajar dan mengajar.

Kepala Dinas Dikbud Lombok Timur Izzuddin mengatakan, tidak ada permainan yang tidak mengandung risiko. Hampir semua permainan memiliki risiko tersendiri, termasuk lato-lato. Akan tetapi, dalam permainan lato-lato harus memenuhi aturan yang benar.

Permainan lato-lato ini memiliki dampak dampak positif, salah satunya bisa mengurangi kecanduan anak-anak dalam menggunakan HP. Sebab di era saat ini, hampir sebagian besar anak sudah bisa dan kecanduan bermain HP.
Selain itu, dampak lain dari permainan lato-lato ini juga dinilai dapat melatih kreativitas anak-anak. Izuddin mengakui, Dikbud sendiri dalam beberapa hari terakhir ini telah mengadakan lomba lato-lato. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak-anak. Namun permainan lato-lato ini bisa membuat anak luka atau cedera. “Kita juga tidak dapat menapikkan adanya dampak fatal dari permainan ini, dapat mengakibatkan anak buta jika terkena lato-lato,” terangnya.

Melihat dampak negatif dari permainan ini, ia berharap agar seluruh kepala sekolah di Lombok Timur dapat mengarahkan para siswa untuk bisa mengikuti peraturan dalam permainan lato-lato. Begitu saat proses belajar mengajar, maka tidak boleh menggunakan lato-lato. “Ini yang paling penting anak-anak tidak boleh menggunakan lato-lato ketika belajar. Kalau melarang mungkin kita tidak bisa,” ujarnya.

Izzuddin menilai permainan lato-lato ini sifatnya hanya sementara. “Permainan ini nanti kalau sudah sebulan, dua bulan akan hilang karena sifatnya sementara, namun yang paling penting adalah kita mengarahkan anak-anak untuk menertibkan penggunaan lato-lato ini di sekolah,” kata dia. (AL-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

IGI Provinsi NTB Siap Kawal Aspirasi Guru Demi Dukung Sitkamtibmas Kondusif

4 Maret 2026 - 08:05 WIB

Gemilang Center Kirim 27 Pelajar Terbaik NTB Lanjut Studi di AIU Malaysia

4 Maret 2026 - 00:02 WIB

JMSI NTB Dorong Prodi Komunikasi Unram Jadi Pusat Talenta Media Siber Nasional

12 Februari 2026 - 16:49 WIB

Universitas Terbuka Mataram gelar Wisuda Periode I Tahun 2025, 427 Lulusan Siap Berkontribusi untuk Daerah

8 Februari 2026 - 12:12 WIB

Siswa SDN 2 Cakranegara Tampil di Grand Final Olimpiade Nasional CEO 2026

17 Januari 2026 - 21:35 WIB

Trending di Pendidikan