Menu ✖

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Daerah

Hari Kedua Festival Kecimol Ditiadakan. Ini Alasan Panitia

badge-check

LOMBOK TIMUR– Hari kedua Festival Kecimol di lapangan Tugu Kota Selong, Lombok Timur ditiadakan.

Asosiasi Kecimol (AK) NTB selaku penyelenggara tidak melanjutkan festival yang rencananya berlangsung selama dua hari sampai hari ini Kamis (26/1).
Pihak AK NTB selaku penyelenggara melalui surat permaklumannya beralasan jumlah peserta yang ikut di hari kedua sedikit. ” Untuk hari kedua festival kecimol ditiadakan karena peserta sedikit sehingga banyak peserta mengundurkan diri,” kata Dewan Pengawas Pusat AK NTB,Amaq Mila.

Pada hari pertama kata Amaq Mila, peserta cukup banyak sehingga festival dapat dilangsungkan dengan baik. Sayangnya dalam pelaksanaannya, ada satu grup kecimol yang bersinggungan dengan grup lainnya sehingga ini dianggap melanggar aturan yang sudah dibuat panitia. Salah satunya menampilkan gaya erotisme yang tidak bolehkan oleh panitia.

Amaq Mila mengatakan atas nama DPP AK NTB meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada semua masyarakat, khususnya kepada pimpinan daerah Bupati Lombok Timur, sehingga menimbulkan penilaian yang kurang baik. “DPP AK NTB menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya secara terbuka melalui media. Selanjutnya kami akan mengirim surat kepada Bapak Bupati untuk klarifikasi dan permohonan maaf,” imbuhnya.

”Terima kasih di sampaikan kepada Pemda Lombok Timur yang banyak membantu dan memfasilitasi kegiatan festival kecimol yang pertama ini. Apa yang terjadi ini akan menjadi bahan evaluasi secara keseluruhan untuk perbaikan dimasa yang akan datang,” tambahnya.

Ditiadakannya festival pada hari kedua ini menimbulkan kekecewaan. Salah satunya pedagang di lapangan Tugu Selong. ” Pada hari pertama kemarin hasil jualan cukup besar sampai Rp 2 juta bila dibandingkan di hari biasa hanya Rp 300 ribu sampai dengan Rp 500 ribu saja,” kata Andy dengan nada sedih.(AL-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BRIDA Kota Mataram Umumkan Para Juara LKTI dan Teknologi Tepat Guna 2026

8 Oktober 2026 - 15:57 WITA

Perkuat Keamanan Komunikasi Bali-Nusra, Komlekdam IX/Udayana dan Balmon Denpasar Mantapkan Sinergi

23 September 2026 - 18:14 WITA

IX/Udayana Lepas Satgas Komlek Ke Perbatasan RI-RDTL

21 September 2026 - 20:35 WITA

BADKO HMI Laporkan Kasus Reklamasi Pantai Amahami ke Polda NTB, Dua Wali Kota Bima Disenggol

17 September 2026 - 18:55 WITA

Pastikan Keselamatan Personel, Komlekdam IX/Udayana Cek Instalasi Listrik Rumah Dinas di Kepaon

17 September 2026 - 13:34 WITA

Trending di Daerah