Menu ✖

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Daerah

Nama Ida Dayak Dicatut, Puluhan Warga NTB Tertipu

badge-check


					Ida Dayak tengah melakukan pengobatan. (foto istimewa) Perbesar

Ida Dayak tengah melakukan pengobatan. (foto istimewa)

MATARAM–Antusiasme masyarakat yang ingin mendapatkan pengobatan alternatif Ida Dayak dimanfaatkan oknum muntuk mendapatkan keuntungan.

Nama Ida Dayak dicatut penipu dengan mengirimkan pesan berantai melalui WhatsApp yang menginformasikan bahwa Ida Dayak akan melakukan pengobatan di Gedung Al Ihsan, Kota Mataram. Pelaku meminta masyarakat yang hendak berobat untuk membayar Rp 250 ribu. Dengan cara mentransfer
ke nomor rekening milik Kholid Tiasno. Masyarakat yang ingin berobat harus lebih dulu mentransfer uang untuk mendapat nomor antrean.

Akibat pesan berantai ini, sebanyak 45 warga NTB tertipu. Mereka sudah membayar uang pendaftaran itu. ”Laporan yang kami terima ada sekitar 45 orang yang sudah bayar,” jelas Sekda NTB Lalu Gita Ariadi.

Tidak ingin korban penipuan ini bertambah, Gita meminta Badan
Kesatuan Bangsa, Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) untuk melakukan pengecekan kebenaran informasi tersebut. Tim dari Bakesbangpoldagri juga diminta menghubungi langsung LO dan kontak Ida Dayak. Tim sudah turun ke lokasi bersama kepolisian dan lurah setempat.

Hasilnya tidak ada jadwal pengobatan Ida Dayak di Gedung Al Ihsan. Pihak  manajemen Gedung Al Ihsan telah dikonfirmasi dan  mereka menyebutkan tidak ada penyewaan gedung dalam waktu dekat ini untuk acara pengobatan alternatif. ” Jadi (informasi) itu hoaks,” katanya.

Tim Bakesbangpoldagri telah berkoordinasi dengan Polresta Mataram untuk menyikapi aksi penipuan yang mencatut pengobatan alternatif Ida Dayak. Tim juga akan mengupayakan pemblokiran terhadap nomor rekening, yang beredar di media sosial, tempat menampung uang pendaftaran.

Kepala Bakesbangpoldagri NTB Ruslan Abdul Gani mengatakan, pihaknya melibatkan Bhabinkamtibmas untuk mengimbau masyarakat agar tidak tertipu dengan informasi hoaks yang beredar mengenai rencana pengobatan Ida Dayak.

Namanya Ida Dayak begitu terkenal belakangan ini. Ini karena kemampuannya melakukan pengobatan alternatif pasien tuli, bisu hingga tangan bengkok.

Dalam setiap aksi pengobatannya itu, Ida Dayak memulainya dengan mengucapkan Bismillahirohmanirohim. Lalu dia akan melakukan ritual menari, memakai pakaian tradisional, sambil mengurut pasiennya dengan minyak merah yang disebutnya sebagai ‘Minyak Bintang’. Minyak Bintang konon sudah dikenal lama oleh Suku Dayak Kalimantan sebagai obat tradisional yang digunakan turun menurun.

Atas jasanya itu, Ida Dayak, diketahui dia tidak memungut biaya apapun untuk pasiennya. Ida mengklaim dirinya sudah biasa berpergian keliling Indonesia untuk mengobati pasien.

Aksinya pengobatannya ini banyak beredar di media sosial di Indonesia salah satunya TikTok. Aksinya itu, mendatangkan kerumunan hingga membuat jalanan macet. Banyak warga penasaran dengan pengobatannya itu. (AL-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BRIDA Kota Mataram Umumkan Para Juara LKTI dan Teknologi Tepat Guna 2026

8 Oktober 2026 - 15:57 WITA

Perkuat Keamanan Komunikasi Bali-Nusra, Komlekdam IX/Udayana dan Balmon Denpasar Mantapkan Sinergi

23 September 2026 - 18:14 WITA

IX/Udayana Lepas Satgas Komlek Ke Perbatasan RI-RDTL

21 September 2026 - 20:35 WITA

BADKO HMI Laporkan Kasus Reklamasi Pantai Amahami ke Polda NTB, Dua Wali Kota Bima Disenggol

17 September 2026 - 18:55 WITA

Pastikan Keselamatan Personel, Komlekdam IX/Udayana Cek Instalasi Listrik Rumah Dinas di Kepaon

17 September 2026 - 13:34 WITA

Trending di Daerah