Menu ✖

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Headline

Nyatakan Dukungan, Laskar Sasak Berikan Anugerah Tongkat Komando “Pegat Male” kepada Gubernur NTB

badge-check


					Nyatakan Dukungan, Laskar Sasak Berikan Anugerah Tongkat Komando “Pegat Male” kepada Gubernur NTB Perbesar

MATARAM — Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menerima dukungan dari ribuan massa dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam Laskar Sasak di halaman Kantor Gubernur NTB, Senin (19/1). Dukungan tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen masyarakat adat untuk mengawal program strategis Pemerintah Provinsi NTB dalam mewujudkan visi NTB Makmur dan Mendunia.

Dalam kesempatan tersebut, Laskar Sasak menganugerahkan Tongkat Komando “Pegat Male” kepada Gubernur NTB sebagai simbol kepercayaan, kehormatan, dan kesiapan masyarakat adat untuk bersinergi menjaga stabilitas serta kelancaran pembangunan daerah.

Gubernur menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan. Ia menilai penyampaian aspirasi Laskar Sasak dilakukan secara tertib, damai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya serta peradaban.

“Saya bangga karena Laskar Sasak memberikan contoh bagaimana menyampaikan aspirasi dengan cara yang santun dan beradab. Ini mencerminkan kualitas budaya masyarakat NTB yang tinggi,” ujar Gubernur.

Gubernur menegaskan bahwa persatuan seluruh elemen masyarakat merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan. Ia mengajak semua komponen masyarakat, tanpa memandang latar belakang suku dan budaya, untuk bersama-sama mendukung agenda pembangunan daerah.

“Ini saatnya kita bersatu, bukan terpecah-belah. Sasak, Samawa, dan Mbojo harus bergandengan tangan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, seluruh pekerjaan rumah hanya bisa kita selesaikan dengan kebersamaan,” katanya.

Sebagai daerah yang dikenal dengan julukan Pulau Seribu Masjid, Gubernur juga mengingatkan bahwa kritik merupakan bagian dari demokrasi, namun harus disampaikan secara etis dan berlandaskan nilai-nilai agama serta kearifan lokal.

“Kritik itu perlu dan konstruktif, tetapi harus disampaikan dengan cara yang baik. Apa yang ditunjukkan hari ini adalah teladan bagi kita semua,” pungkasnya. (AL-03) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemprov NTB Alokasikan Anggaran Rp 6 Miliar untuk Perbaikan 20 Titik Jalan Rusak

20 Oktober 2026 - 14:56 WITA

Sumbawa Barat Resmi Ditunjuk Jadi Tuan Rumah HUT ke-68 NTB

20 Oktober 2026 - 14:43 WITA

Perkuat Perlindungan Anak dan Perempuan, Pemprov & Polda NTB Rancang Strategi Khusus

20 Oktober 2026 - 06:05 WITA

10 Putri Terbaik NTB Siap Berlaga di Tingkat Nasional

19 Oktober 2026 - 18:21 WITA

Nakhoda Baru Kemenkum NTB, Risman Somantri Siap Lindungi UMKM

19 Oktober 2026 - 15:05 WITA

Trending di Headline