Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Headline

Mantan Gubernur NTB Angkat Bicara Soal Polemik MXGP Lombok Sumbawa

badge-check


					Mantan Gubernur NTB Angkat Bicara Soal Polemik MXGP Lombok Sumbawa Perbesar

MATARAM — Mantan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc merespon terkait pemberitaan tentang penyelenggaraan event MXGP dan Lomba Motor Cross Lombok Sumbawa.

“Dua hari belakangan ini riuh lagi pemberitaan ttg MXGP dan Lomba Motor Cross Lombok Sumbawa,” tulis Bang Zul sapaan akrabnya dalam akun media sosial (Medsos) pribadinya.

Dalam unggahannya, Bang Zul menilai pemberitaan yang mencul sangat provokatif dan mengarah kepada diri saat menjabat sebagai Gubernur NTB. Padahal realita yang terjadi tidak seperti apa yang dituduhkan yang manjadi angkapan liar dalam event sekala internasional tersebut. “Banyak sekali berita yang sangat provokatif dan terkesan sangat tendensius. Padahal nampaknya nggak begitu paham ttg event itu sendiri kayaknya,” jelasnya dalam tulisan.

“Kalau kita terus ribut dan selalu memperkeruh suasana yang rugi daerah kita sendiri. Penyelenggara event-event dunia nggak senang ribut2. Mereka ingin suasana yang nyaman dan kondusif,” tambahnya.

Bahkan, sambung Bang Zul yang dikenal dekat dengan masyarakat ini, menggungkapkan bahwa dirinya sampai saat ini masih dihubungi oleh penyelenggara event-event dunia. Bahkan ditanyakan terkait keberlanjutan event MXGP. “Sampai saat ini penyelenggara event-event dunia masih sering kontak saya utk kelanjutan MXGP karena mereka senang sekali datang ke daerah kita ini,” ungkapnya.

Bang Zul membayangkan dalam event MXGP yang sukses digelar di Bumi Gora tidak lah mudah. Bahkan panitia bekerja bertahun-tahun dalam mempersiapkan event yang mendatangkan banyak wisatawan itu. “Coba bayangkan. Panitia MXGP bertahun-tahun di giring-giring dalam isu pengadaan tanah di Samota padahal nggak ada hubungan panitia MXGP dengan pengadaan tanah Samota. Di paksa-paksa terus agar heboh jadi berita. Hebohnya mungkin dapat, tapi daerah kita kemudian jadi rugi dan kelihatan nggak kondusif,” tuturnya.

“Ini heboh urusan sponsorship ratusan miliar utk MXGP? Itu data dari mana? kalau ada sponsor-sponsor besar itu murni kerjasama sponsor global dgn Pemilik Lisensi MXGP, bukan dengan panitia lokal Indonesia. Jadi orang ini berprasangka buruk saja dari dulu,”sambungnya saraya mempertanyakan.

Bang Zul menuturkan, kilas balik perjalanan sebelum terselenggarakan event MXGP sehingga bisa terlaksana dan NTB menjadi tuan rumah dalam event dunia. “Saya sendiri pernah berusaha melobi pemerintah pusat untuk dapat dukungan hosting fee untuk 2 event MXGP. 12 M untuk di Lombok dan 12 M untuk di Sumbawa. Dan alhamdulillah di setujui Pemerintah Pusat,” tuturnya.

“Karena event nya sdh berlangsung dan dana 24 M sudah di setujui di perlukanlah satu event lain yang namanya Lombok Sumbawa Motor Cross dan dicairkanlah 24 M untuk event tersebut dengan harapan sekalian bisa bantu event MXGP yang sudah kadung di selenggarakan,” tambahnya dalam tulisannya

Bang Zul menegaskan, bahwa kalau dirasakan ada penyimpangan atau korupsi di pelaksanaan Motor Cross Lombok Sumbawa dirinya mendorong supaya diproses dalam jalur hukum melalui kepolisian dan kejaksaan. “Kalau dirasakan ada penyimpangan atau korupsi di pelaksanaan Motor Cross Lombok Sumbawa ya kita serahkan dong ke proses hukum di kepolisian dan kejaksaan yang sedang berlangsung. Bukan malah fitnah kiri kanan yg bikin daerah kita gaduh terus sehingga org jadi enggan beraktivitas di daerah kita,” tegasnya.

Sebab, Ia perihatin kepada panitia penyelenggara yang sudah berupaya maksimal sehingga event tersebut dalam terselenggara dengan baik. “Kasihan panitia MXGP nya. Sudah susah-susah cari dana dari pemerintah, dana nya turun ke pemda, malah dituduh pula korupsi dan menanggung hutang. Tapi inilah daerah kita dengan segala riak dan warna warni nya. Tapi nggak boleh begini terus dong. Kita sendiri yg akan rugi,” tutupnya dalam tulisannya. (AL-03) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dua Calon PMI NTB Digagalkan Berangkat Kerja Ilegal ke UEA

3 Juli 2026 - 22:59 WITA

Pemprov NTB Ajak NGO Spanyol Kolaborasi di Program Desa Berdaya

3 Juli 2026 - 22:47 WITA

Wagub NTB Percepat Penyaluran 10 Ribu Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya

3 Juli 2026 - 22:02 WITA

BP3MI NTB Gelar Pemberdayaan Sosial untuk Istri dan Keluarga PMI di Lombok Timur

30 Juni 2026 - 12:07 WITA

Polda NTB Akui Kasus Mesin Truk SPN Belanting Masih “Gelap”

30 Juni 2026 - 11:49 WITA

Trending di Headline