Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Politik

Komite Penyelamat Pemilu Jurdil dan Bermartabat Alumni Unram: Cawe-cawe Presiden Merusak Demokrasi dan Pemilu

badge-check


					Komite Penyelamat Pemilu Jurdil dan Bermartabat Alumni Unram: Cawe-cawe Presiden Merusak Demokrasi dan Pemilu Perbesar

MATARAM–Sejumlah alumni Universitas Mataram (Unram) melontarkan keresahannya terhadap kondisi demokrasi di Tanah Air jelang pelaksanaan Pemilu 2024.

Alumni yang tergabung dalam Komite Penyelamat Pemilu Jurdil dan Bermartabat Alumni Unram menyampaikan pernyataan sikap. Aksi ini menyusul aksi-aksi serupa yang dilakukan sejumlah kampus di Indonesia terhadap kondisi demokrasi di Tanah Air.

Komite Penyelamat Pemilu Jurdil dan Bermartabat Alumni Unram menengarai bahwa kontestasi Pemilu 2024 menjadi pesta demokrasi rakyat yang jurdil dan demokratis telah diselewengkan. ”Hal ini sangat bertentangan bertentangan dengan semangat reformasi,” kata anggota Komite Penyelamat Pemilu Jurdil dan Bermartabat Alumni Unram, Sirra Prayuna.

Menurut pria yang berprofesi sebagai pengacara itu, cawe-cawe presiden di Pemilu tidak pernah terlihat sejak memasuki era reformasi atau sejak presiden dipilih secara langsung oleh rakyat. Namun saat ini presiden yang sedang menjabat justru cawe-cawe di Pemilu 2024, khususnya pilpres. “Fakta ketidaknetralan presiden dengan cawe-cawe tentunya telah merusak pemilu dan pelembagaan demokrasi kita,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan, campur tangan presiden dimulai dari kasus judicial review Mahkamah Konstitusi, kemudian pembagian bansos di depan istana, dan bagi bagi kaus untuk salah satu paslon serta menggunakan fasilitas negara mensosialisasikan paslon. “Berangkat dari itu, kami Komite Penyelamat Pemilu Jurdil dan Bermartabat Alumni Unram mendesak kepada presiden untuk kembali ke jalan yang benar, yaitu menjadi bapak bangsa yang mengakomodir semua kepentingan elemen bangsa dan tetap netral dalam pemilu,” tegas Sirra yang didampingi alumni Unram Isdiyanto.

Menurut dia, dengan bersikap netral di pemilu, presiden akan dikenang sebagai sosok yang mengutamakan etika dalam kepemimpinannya hingga akhir masa jabatannya. Di saat-saat akhir pemilu ini, pihaknya tidak ingin melihat, mendengar dan mendapatkan laporan ketidaknetralan yang dipertontonkan oleh presiden.

“Kalau presiden tidak dapat bersikap netral dan demokratis, maka kami mendesak agar presiden untuk mungundurkan diri. Semoga Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita semua,” pungkasnya.(AL-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

‘Gagap Politik’ Golkar NTB di Balik Banjir Pemberitaan Sari Yuliati

23 Mei 2026 - 21:43 WITA

Hj Sari Yuliati Dianggap Tak Bekerja, Ketua BM Kosgoro NTB Imam Kafali Beber Hasil Kerjanya

22 Mei 2026 - 09:28 WITA

Muzihir Bantah Dirinya Dipecat Sebagai Ketua DPW PPP NTB

21 Mei 2026 - 19:49 WITA

Tata Internal Partai, DPP PPP Batalkan Kepengurusan DPW NTB Periode 2026-2031

21 Mei 2026 - 08:08 WITA

Figur Muda Progresif, Dr Gema Potensial Pimpin Demokrat NTB

19 Mei 2026 - 19:52 WITA

Trending di Politik