Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Hukrim

Tega Curi Emas Saudaranya, Seorang Perempuan di Lingsar Ditangkap Polisi

badge-check


					Terduga pelaku berinisial YAP (Foto : Dok/Istimewa) Perbesar

Terduga pelaku berinisial YAP (Foto : Dok/Istimewa)

MATARAM – Seorang perempuan 25 tahun di Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat ditangkap Unit Jatanras Sat Reskrim Polresta Mataram usai mencuri barang berharga saudara kandungnya sendiri, yaitu sebuah gelang emas.

Penangkapan terhadap terduga pelaku berinisial YAP ini dilakukan setelah penyidik menerima laporan dan melakukan serangkaian penyelidikan. Dan hingga akhirnya petugas kepolisian menangkapnya pada hari Kamis 13 November 2025 di kediamannya.

Kanit Jatanras Iptu Lalu Arfi Kusna Raharja, S.H., membenarkan pengungkapan kasus tersebut. Ia menjelaskan bahwa pencurian terjadi pada 23 Juli 2025 di rumah korban di Desa Gegerung, Kecamatan Lingsar.

Dalam keterangan Kanit Jatanras, kejadian bermula saat terduga YAP datang ke rumah korban bersama anaknya. Saat berada di dapur, YAP sempat bertanya kepada adik korban tentang obat agar mulut tidak kering.

“Adik korban menjawab bahwa ada lipbalm di kamar. Tanpa curiga, ia mempersilakan terduga masuk ke kamar untuk mengambilnya,” jelas Iptu Arfi.

Tak lama kemudian, YAP duduk di dapur bersama adik korban seolah tidak terjadi apa-apa. Setelah itu, ia pamit pulang.

Beberapa saat kemudian, korban dan adiknya yang baru pulang dari gym masuk ke kamar dan terkejut mendapati gelang emas yang disimpan di atas TV telah hilang. Satu-satunya orang yang masuk kamar sebelum kejadian hanyalah YAP.

Berdasarkan keterangan saksi dan hasil penyelidikan, polisi mengarah pada YAP sebagai pelaku. Saat diperiksa, ia akhirnya mengakui telah mengambil gelang emas saudara kandungnya.

Gelang tersebut sempat digadaikan oleh pelaku, kemudian ditebus kembali, namun akhirnya dijual kepada seseorang yang tidak ia kenal. Hasil penjualan digunakan untuk bayar hutang dan kebutuhan sehari-hari.

“Terduga ini sebenarnya saudara kandung korban. Karena hubungan keluarga itulah korban sama sekali tidak curiga ketika mempersilakan terduga masuk kamar,” ujar Kanit Jatanras.

Kini YAP harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Penyidik menjerat terduga dengan Pasal 367 KUHP, yang mengatur pencurian dalam keluarga dan tetap memiliki ancaman hukuman pidana penjara.

“Terduga sudah diamankan dan sedang menjalani proses hukum sesuai aturan yang berlaku,” tutup Iptu Arfi.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan bisa terjadi bahkan dari orang terdekat, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan meski dalam lingkungan keluarga. (AL-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Janji Kerja ke Jepang Berujung Kasus, Polda NTB Jerat Pengelola LPK di Mataram

29 Juni 2026 - 18:40 WITA

Polda NTB Ungkap 163 Kasus 3C, 212 Tersangka Diamankan Beserta Barang Bukti

29 Juni 2026 - 16:21 WITA

Tangkap 574 Bandar Narkoba, Polda NTB Musnahkan 2,4 Kg Shabu dan Ribuan Botol Miras

26 Juni 2026 - 15:21 WITA

Tiga Orang di Babakan Digrebek Polisi Saat Asyik Pesta Sabu

20 Juni 2026 - 13:03 WITA

Warga Karang Bagu Ditangkap Polisi, Diduga Jadi Pengedar Sabu

15 Juni 2026 - 19:40 WITA

Trending di Hukrim