PRAYA — Dikpora NTB Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan bersama Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror (AT) Polri Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Paham Radikalisme, Penguatan Kepemudaan di SMAN Lombok Tengah, Jum’at,16/10/2026.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah proaktif jalankan misi kemanusiaan untuk selamatkan generasi muda dan juga dalam rangka menciptakan lingkungan sekolah yang aman, dan inklusif.

Perwakilan dari Densus 88, Briptu. Panji Ramadhan Abdilah menyampaikan bahwa Sosialisasi ini berfokus pada pemberian pemahaman secara komprehensif kepada para siswa-siswi SMA/ SMK sederajat.
“Sebelumnya sudah merambah Kota Mataram, Lombok Barat dan Alhamdulillah kali ini di Lombok Tengah dan segera menyusul lokasi Lombok Utara dan Lombok Timur, tujuannya agar para siswa/i mengenal ancaman serta bahaya paham Radikalisme, Ekstremisme, tindakan Bullying (perundungan), hingga berbagai potensi kejahatan dan dampak negatif Dunia Digital,” ujar Panji.
Selain itu, Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB, H. Tarmidzi S.Kom, ME dalam orasinya didepan 1.400 lebih siswa/i SMAN 1 Praya, menegaskan pentingnya edukasi dan pencegahan dini bagi para pelajar agar proses belajar-mengajar di sekolah tidak terganggu oleh pengaruh paham-paham yang merusak.
“Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya pencegahan dini guna menyelamatkan generasi muda kita dari berbagai potensi paham yang dapat mengganggu proses belajar para siswa. Lingkungan sekolah harus menjadi ruang yang aman dan produktif untuk tumbuh kembang mereka,” ujar Pak Ajik.
Lebih lanjut, Pak Ajik juga memberikan dorongan moral agar para pelajar tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik semata, tetapi juga aktif mengasah minat dan bakat di luar kelas dan berani keluar dari zona nyaman dan berani ikut organisasi-, organisasi sekolah untuk menguatkan mental serta lancarkan publik speakingnya.
“Kami mendorong agar siswa-siswi tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga berani mengasah potensi di bidang non-akademik. Karakter yang kuat dan keterampilan yang beragam adalah benteng terbaik dari pengaruh negatif,” tambahnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Finalis Putri Anak Indonesia NTB 2026, Gina Talita dari SMPN 2 Praya, Saras dari SMAN 4 Mataram dan Siska dari Mts Sekarbela didampingi Nadya Siswi SMAN 1 Praya sebagai Alumni Putri Anak yang 2022 yang pernah menjadi 10 besar Nasional sebagai Inspirasi yang juga tampil dengan program sosialisasi untuk bersama menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan bergotong royong untuk stop Bulllying.
Gina, Saras dan Siska Putri Anak Indonesia NTB 2026 ketiga siswi ini dijadwalkan akan segera bertolak ke Jakarta pada akhir bulan Oktober ini untuk mewakili Provinsi NTB dalam ajang perlombaan tingkat Nasional.
Kehadiran Gina, Saras dan Siska bersama Nadya digandeng langsung oleh bidang Pemuda Dikpora NTB untuk memperkenalkan diri sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa/i SMAN 1 Praya Lombok Tengah Langkah ini diharapkan dapat memberi contoh nyata (role model) bagi para pelajar dalam mengeksplorasi potensi diri, mengasah talenta, serta berkiprah aktif dalam berbagai kegiatan positif kepemudaan untuk penyelamatan generasi.
Melalui kolaborasi antara aparat kepolisian, instansi pendidikan, dan figur pemuda berprestasi ini, diharapkan para siswa/i SMAN 1 Praya ini mampu membentengi diri dari pengaruh radikalisme sekaligus terpacu untuk terus mengukir prestasi bagi daerah. (AL-04)













