Menu ✖

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Headline

Pembangunan TPST Kebon Talo Ditargetkan Rampung Akhir Tahun Ini

badge-check


					Pembangunan TPST Kebon Talo Ditargetkan Rampung Akhir Tahun Ini Perbesar

MATARAM — Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana mengatakan, kehadiran TPST Kebon Talo akan menambah kapasitas pengolahan sampah secara signifikan, terutama jika dipadukan dengan TPST Sandubaya yang memiliki kapasitas 30 ton per hari.

Pernyataan tersebut disampaikan Mohan saat meninjau langsung pembangunan TPST Kebon Talo, Kamis, 15/10/2026.

Mohan menjelaskan, saat ini pengerjaan masih difokuskan pada pembangunan infrastruktur utama. Pemerintah Kota Mataram menargetkan pembangunan TPST Kebon Talo dapat rampung pada 31 Desember 2026.

Sementara itu, menurut mohan pemasangan peralatan menjadi salah satu tahapan penting yang akan menentukan perkembangan pekerjaan selanjutnya.

“Sekarang kita fokus menyelesaikan infrastruktur utamanya terlebih dahulu. Targetnya, pada 31 Desember 2026 pembangunan ini sudah rampung. Progresnya nanti akan terlihat lebih signifikan ketika peralatan mulai masuk dan dipasang. Kita harapkan sekitar November ini peralatannya sudah bisa masuk,” kata Mohan.

Selain menyiapkan fasilitas dan sistem pengolahan, Pemerintah Kota Mataram juga akan mempersiapkan pengelolaan kelembagaan agar operasional TPST berjalan secara terintegrasi.

Persiapan tersebut meliputi transfer pengetahuan serta pembentukan organisasi pelaksana, baik dalam bentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) maupun unit pelaksana teknis sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia juga menegaskan pengelolaan sampah di TPST Kebon Talo nantinya tidak hanya berorientasi pada proses pengolahan, tetapi juga pada pemanfaatan residu agar memiliki nilai ekonomis.

“Kita ingin pengelolaan sampah ini tidak berhenti pada proses pengolahan saja. Residu yang masih memiliki potensi juga harus bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomis, melalui SRF. Kita juga akan merintis kerja sama dengan kerjasama dengan TPU Jeranjang agar residu yang memungkinkan dapat dimanfaatkan lebih lanjut,” ujar Mohan.

Mohan juga yakin bahwa dengan seluruh proses yang ada, baik dari pengelolaan hingga pemanfaatan hasil pengolahan, bisa berjalan secara terintegrasi. “Targetnya, TPST ini mulai beroperasi pada awal 2027,” tutup Mohan. (AL-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cegah Kekerasan di Ponpes, Pemkot dan Kemenag Mataram Sepakat Bikin Satgas Lintas Sektor

15 Oktober 2026 - 19:07 WITA

NTB Berduka, Tuan Guru Bagu Tutup Usia

15 Oktober 2026 - 19:00 WITA

Kantah Lombok Tengah Serahkan 84 Sertipikat PTSL 2026 untuk Warga Kelurahan Praya

14 Oktober 2026 - 20:10 WITA

Lengkapi Ekosistem Syariah, BPR NTB Disiapkan Sasar Pembiayaan Ultra Mikro dan PPPK

14 Oktober 2026 - 17:43 WITA

Kasus Penelantaran Jamaah Umroh Bima-Dompu Meledak, Kemenhaj NTB Dorong Pembentukan Tim PPNS

14 Oktober 2026 - 15:06 WITA

Trending di Headline