Menu ✖

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Headline

Dugaan Penimbunan Mencuat di Balik Kelangkaan dan Lonjakan Harga Semen di NTB

badge-check


					Foto Ilustrasi (Sumber: Investor Daily) Perbesar

Foto Ilustrasi (Sumber: Investor Daily)

LEMBAR — Menanggapi isu kelangkaan semen yang memicu lonjakan harga signifikan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), tim gabungan menggelar pendalaman langsung ke Terminal dan Pabrik Pengantongan (Packing Plant) PT Indocement serta PT Bosowa di Kawasan Pelabuhan Lembar, Rabu (30/9/2026).

​Langkah peninjauan ini dilakukan untuk membongkar akar masalah tersendatnya pasokan semen di pasaran, yang berdampak pada melambungnya harga semen di tingkat eceran dari harga normal Rp67.000 menjadi Rp97.000 per sak.

​Berdasarkan hasil konfirmasi dengan pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Lembar, arus distribusi semen melalui jalur laut sebenarnya berjalan normal tanpa hambatan logistik.

​”Kapal pengangkut semen terakhir melayani bongkar muat pada 27 September 2026 lalu, yakni KM Mutia Andalas dan KM Ryoko 8 di Pelabuhan Pelindo Lembar. Armada kapal pengangkut seperti KM Ryoko, KM Yuriko, KM Sari Andalas, dan KM Mutia Andalas seharusya sudah sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan semen di NTB,” ujar pejabat KSOP Lembar, Ketut.

​Hal senada disampaikan Kepala Terminal PT Indocement Lembar, H. Agus. Pihaknya menegaskan bahwa proses pengiriman pasokan semen dari terminal menuju distributor utama di NTB tidak mengalami kendala teknis maupun keterlambatan.

​”Pengiriman berjalan lancar. Kami mendistribusikan semen langsung ke distributor tunggal, PT Saka Agung, yang berlokasi di samping GOR Turide, Mataram. Karena fungsi kami sebatas terminal penyimpanan, kami tidak menentukan harga jual ke konsumen,” terangnya.

​Indikasi Penimbunan oleh Distributor

​Kelancaran pasokan di tingkat pabrik dan pelabuhan yang berbanding terbalik dengan kondisi pasar melahirkan dugaan kuat adanya praktik penimbunan semen di tingkat distributor.

​Pihak pelapor merekomendasikan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) NTB untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan audit pasokan ke gudang PT Saka Agung di Turide, Mataram.

​Langkah tegas dan pemeriksaan menyeluruh dari instansi terkait dinilai mendesak untuk membongkar rantai distribusi yang bermasalah, menindak pihak-pihak yang mempermainkan pasokan, serta mengembalikan harga semen ke taraf normal di seluruh wilayah NTB. (AL-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Yanuar Mulai Jalani Pemeriksaan Imigrasi Myanmar untuk Kepulangan

30 September 2026 - 17:07 WITA

Puluhan Personel Gabungan dan Alat Canggih Mabes Polri Diterjunkan Amankan MotoGP Mandalika

30 September 2026 - 14:56 WITA

MotoGP Mandalika 2026 Targetkan Dampak Ekonomi Rp 5 Triliun, UMKM Lokal Siap Dilibatkan

30 September 2026 - 14:01 WITA

NTB Perkuat Kerja Sama Antar Daerah dengan Lampung

29 September 2026 - 23:10 WITA

Bom Meledak di Tengah Simulasi MotoGP Mandalika

29 September 2026 - 21:59 WITA

Trending di Headline