Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Headline

Enam Ketua Parpol Laporkan Dugaan Kecurangan Pileg DPRD NTB ke Polda

badge-check


					Enam ketua Parpol tingkat Provinsi NTB usai melapor ke Polda NTB. (foto istimewa) Perbesar

Enam ketua Parpol tingkat Provinsi NTB usai melapor ke Polda NTB. (foto istimewa)

MATARAM -Enam pimpinan partai politik (Parpol) di tingkat Provinsi NTB mendatangi Polda NTB, Senin malam (26/2/2024).

Mereka adalah Ketua DPD Partai Gerindra NTB Lalu Pathul Bahri, Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) NTB Muazzim Akbar, Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) NTB Yek Agil, Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muzihir, Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lalu Hadrian Irfani, dan Ketua DPD Partai Demokrat NTB Indra Jaya Usman.

Ketua DPD Partai Gerindra NTB Lalu Pathul Bahri sempat masuk ke rumah dinas Kapolda NTB Irjen Raden Umar Faroq. Selanjutnya mereka ke Mapolda NTB dan diterima Karo Ops Polda NTB Abu Bakar Tartusi. Pertemuan berlangsung tertutup antara pimpinan parpol dan pihak Polda NTB.

Ketua DPD Partai Gerindra NTB Lalu Pathul Bahri mengatakan
mereka melaporkan ada dugaan kecurangan dalam proses rekapitulasi pleno di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sekotong Lombok Barat. Selanjutnya mereka meminta Polda NTB mengatensi dugaan kecurangan ini,karena bisa berdampak kepada stabilitas dan keamanan daerah. ”Kita sampaikan ke kepolisian terkait kondisi di Sekotong,” jelasnya.

Pathul lalu membeber sejumlah kejanggalan, antara lain partisipasi pemilih di tempat pemungutan suara (TPS) di Kecamatan Sekotong mencapai hampir 100 persen. Anehnya, ada dominasi pemilih yang hampir 90 persen ke parpol tertentu dan dua calon anggota legislatif (caleg). Menurutnya, hal itu mustahil terjadi. Apalagi masing-masing parpol punya tabulasi data sendiri sebagai perbandingan. ”Kami tidak ingin proses pemilu dicederai,” tegasnya.

Ketua DPD Partai Demokrat NTB Indra Jaya Usman menjelaskan, Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kecamatan Sekotong sebanyak 48.511 pemilih. Pengguna hak pilih di angka 48.450 pemilih. Berdasar rekapitulasi suara di level Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK), sebanyak 47.873 suara terdistribusi kepada dua caleg DPRD NTB.

Kejanggalan lainnya menurut Indra, tidak ditemukan warga yang tidak memilih atau tengah berada di luar daerah. Lalu, tidak ada suara batal. ”Ini jelas kecurangan. Ini sangat jelas ada pencurian suara,” tegasnya.

Pihaknya meminta kepada pihak Polda untuk mengatensi persoalan tersebut. Selain itu, pihaknya juga berencana melapor secara resmi ke Bawaslu.
” Kami juga akan lapor ke Bawaslu,” terangnya.(AL-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Terdakwa Kasus Chorombook Divonis Berbeda, Majelis Hakim Sorot Peran Pejabat Tinggi Lotim

30 April 2026 - 06:55 WITA

Rinjani Trail Run 2026 Kembali Digelar, Gubernur Optimis Impact Besar Ekonomi Masyarakat

29 April 2026 - 05:54 WITA

Mahasiswa Kembali Desak Kejati NTB Tetapkan Anggota DPRD Penerima Gratifikasi

23 April 2026 - 16:32 WITA

Pengadaan Buku SD di Lotim Diusut Kejaksaan, Nama Terdakwa Kasus Chromebook Terseret

23 April 2026 - 16:28 WITA

Bank NTB Syariah Gandeng GOW Kota Mataram, Apresiasi Perempuan melalui Aksi Sosial di Momentum Hari Kartini 2026

23 April 2026 - 12:21 WITA

Trending di Headline