MATARAM — Sidang Senat Terbuka Universitas Bima Internasional (MFH) dan Wisuda ke II dilaksanakan dengan penuh khidmat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Yayasan, Rektor Apt. Ajeng dian pertiwi, Pembina Yayasan assoc.Prof.Dr. Syamsuriansyah, MM.M.Kes, Kepala Dikpora Samsul Hadi, M.Pd, perwakilan LLDIKTI Wilayah 8 Dr. I nyoman bagus suweta nugraha, S.Kom.M.Kom, dan perwakilan kampus Filipina Prof.dr. Jurel M.Nuevo.

Adapun jumlah wisudawan ke II UNBIM sebanyak 200 orang yaitu terbagi dari beberapa jurusan yang ada.
Rektor UNBIM, Ajeng Dian Pertiwi, dalam sambutan menyampaikan rasa bangga kepada para mahasiswa yang wisuda. Ia sangat mengapresiasi wisudawan yang mampu menyelesaikan studi dengan tepat waktu.
“Hari ini saya umumkan juga, Rumah Sakit provinsi sedang membuka 30 lowongan pekerjaan untuk tenaga kesehatan fresh graduate,” ujar Ajeng dalam sambutanya, di Lombok Raya, 21/9/2026.
Ajeng juga meminta restu dan mengajak orang tua dan wisudawan untuk segera mendaftarkan dan melamar pekerjaan di RS Provinsi.
“Karena dari RSUD, anak-anak UNBIM akan diprioritaskan, Insya Allah,”
Selain itu, Ajeng juga menegaskan setelah mengikuti diskusi dengan pembina Yayasan dan Sekda Lombok Barat, bahwa adanya peluang besar keterserapan dari pengelolaan arsip dan peramban informasi.
Pesan terakhir rektor untuk wisudawan, agar dapat menjaga nama baik almamater dan bangunlah komunikasi serta saling support satu sama lain.
Sebelum menutup rektor juga memberikan semangat kepada wisudawan. “Jika saya mengucapkan Universitas Bima Internasional maka silahkan jawab Unggul dan Adaptif,” tutup Ajeng.
Bersamaan dengan itu, Ketua Yayasan, assoc. Prof.Dr. Syamsuriansyah, MM.M.Kes, dalam sambutan menegaskan bahwa indikator indeks pembagunan manusia adalah pendidikan.
“Oleh karena itu, saya mengajak kepada kita semua untuk terus merawat semangat untuk berpendidikan,” tegas Syamsuriansyah.
Syamsuriansyah juga mengajak kepada seluruh wisudawan untuk memutus rangkai kemiskinan khususnya di keluarga sendiri. Ia menceritakan bahwa dirinya sebelumnya mungkin tidak pernah bermimpi jadi seorang Doktor, menjadi sarjana pun sudah luar biasa buat saya.
“Artinya, dengan kita memiliki jenjang pendidikan yang tinggi kita akan dapat memutus rantai kemiskinan, dan itu saya buktikanya sampai hari ini,” ajak Syamsuriansyah. (AL-03)













