Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

OPINI

Dirlogis NTB Kritik Sari Yuliati Jangan Hanya Bagi KIP dan Bedah Rumah

badge-check


					Dirlogis NTB Kritik Sari Yuliati Jangan Hanya Bagi KIP dan Bedah Rumah Perbesar

MATARAM – Direktur LSM Lombok Global Institute (Logis) NTB, M. Fihiruddin, menyatakan kebanggaannya sebagai warga Nusa Tenggara Barat memiliki perwakilan di DPR RI, Hj. Sari Yuliati, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI.

Namun, Fihiruddin mengkritik sikap Sari yang dinilai hanya fokus pada kegiatan simbolis dan belum hadir dalam isu-isu strategis di NTB. “Dulu Bu Sari maju sebagai anggota DPR RI karena beliau menantu mantan Gubernur NTB, Drs. H. Harun Al Rasyid, M.Si. Pasca berpisah dengan Mas Ari anak mantan gubernur, secara historis posisi itu hilang,” ujar Fihiruddin.

Selain menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI, Sari juga duduk di Komisi III DPR RI.yang menjadi mitra strategis Polri. Meski begitu, Fihiruddin menegaskan, Sari belum pernah bersuara terkait penyelesaian lahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika maupun kasus kriminalisasi aktivis.
“Yang terbaru kasus Radit (terdakwa kasus pembunuh Ni Made Vani Radia Puspanitra)
mana ada statmen dari Bu Sari ini?,” tegasnya.

Fihiruddin juga menyinggung soal oknum jaksa yang nakal. Menurutnya, Sari tidak pernah memberikan komentar, padahal mereka adalah mitra strategisnya.
“Kalau hanya membagi KIP, hand traktor, bedah rumah, atau sumbangan, jangankan Bu Sari Yuliati, Amaq Kangkung saja kalau diberi fasilitas oleh negara bisa melakukan hal itu,” sindirnya.

Dia menegaskan, dirinya akan bangga jika Sari bersuara terkait oknum jaksa, hakim, maupun aparat penegak hukum yang nakal di NTB.
“Kita sudah memberikan semua fasilitas dari negara, tapi sampai saat ini mana pernah Bu Sari Yuliati bersuara soal persoalan itu?,” katanya.

Oleh karena itu, Fihiruddin berharap Sari lebih hadir dalam menangani persoalan hukum di NTB, sehingga keberadaannya benar-benar bermanfaat sebagai penyambung lidah masyarakat, khususnya di Pulau Lombok.(AL-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gubernur LMI, Tambak Udang Ilegal dan Masa Depan Pesisir NTB

18 Agustus 2026 - 11:15 WITA

Mori atau Iqbal? 8 Tolak Ukur Menentukan Ketua KONI NTB Periode 2026–2030

16 Agustus 2026 - 12:44 WITA

Kampus Jangan Terjebak Mengajar Masa Lalu

30 Juli 2026 - 13:21 WITA

NTB Jangan Betah di Zona Rentan: Saatnya Bersama Membangun Governance yang Terjaga

23 Juli 2026 - 16:27 WITA

Amar Putusan Mahkamah Agung Sudah Jelas, Lalu Apa yang Dilihat Pokja?

19 Juli 2026 - 15:17 WITA

Trending di OPINI