MATARAM — Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB merespon lonjakan harga Barang Kebutuhan Pokok (Bapok) yang dinilai berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) terdapat sejumlah fluktuasi.
Kepala Disparindag, Lalu Wiranata mengungkapkan bahwa sejumlah fluktuasi harga komoditas pada 21 september secara keseluruhan masih terpantau masuk kategori cukup atau banyak.

“Sebulan terakhir ini tidak ada kita temukan jual di atas HET, ya masih cukup stabil,” ungkap Wiranata, pada wartawan, di Kantor Gubernur NTB, Selasa, 22/9/2026.
Wiranata melanjutkan, adapun yang ditemukan masih mengalami sejumlah persoalan adalah semen yang berkurang.
“Kita coba bersurat ke Pelindo supaya kapalnya dapat cepat berlabuh,” lanjut Wiranata.
Selain itu berkaitan dengan perkembangan Bale Kita, Wiranata menyampaikan progres saat ini yaitu meresmikan outlet hypermart di epicentrum mall.
Adapun kesiapan hypermart ini nantinya kata Wiranata untuk mendukung ketersediaan kebutuhan pelaksanaan MotoGP di oktober mendatang.
“Jadi kantong-kantong pemasaranya seperti di bandara kita akan buatkan gerainya, nanti akan di fasilitasi oleh Bank Indonesia, dan yang secara permanen kita siapkan di sirkuit,” kata Wiranata.
Berkaitan dengan kegiatan ekspor, Wiranata menjelaskan bahwa pada hari kamis mendatang akan ada persiapan ekspor tujuan Jepang dan Amerika.
Ia juga mengungkap bahwa pemerintah tetap melakukan aktivitas ekspor walaupun dalam jumlah yang sedikit.
“Kemiri sama vanili besok kamis mau kita ekspor ke Jepang dan Amerika, ya walaupun sedikit. Jadi yang kita latih, 30 Desa ekspor itu sudah empat produk yang sudah terkirim, yang kemarin tembakau itu sudah ke Libya 112 ton,” jelas Wiranata. (AL-04)













