Menu

Mode Gelap
Perangkat Daerah Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Serapan Anggaran Pemprov NTB Andalkan Dana BTT dan Tim Reaksi Cepat Tangani Kerusakan Jalan Pasca Banjir Pemprov NTB Segera Luncurkan Aplikasi Aduan Cepat Kekerasan Perempuan dan Anak Pemprov NTB Mulai Terapkan Work From Home Kencan Berujung Maut, Pria asal Lombok Timur Dikeroyok Hingga Meninggal di Homestay Suranadi Pemprov NTB Matangkan Strategi Graduasi Kemiskinan Ekstrem

Politik

Komisioner Bawaslu NTB Sebut Sengketa Pilkada Kota Bima Telah Selesai Diputuskan

badge-check


					Komisioner Bawaslu NTB Sebut Sengketa Pilkada Kota Bima Telah Selesai Diputuskan Perbesar

MATARAM — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nusa Tenggara Barat mengkonfirmasi bahwa sengketa terkait Pilkada Kota Bima telah selesai diputuskan. Meskipun demikian, jadwal pelantikan masih menunggu kepastian.

Komisioner Bawaslu NTB, Hasan Basri, menyampaikan bahwa tahapan Pilkada Gubernur, Pilwalkot, dan Pilbup di NTB telah berlangsung sesuai harapan berkat kerja sama yang solid antar berbagai pihak.

“Tahapan Pilkada sudah selesai, namun penguatan demokrasi harus tetap berlangsung,” ujar Hasan Basri dalam Rapat Evaluasi dan Penguatan Pengelolaan Media Sosial Pada Tahapan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2024, di Mataram Rabu (5/2/2025).

Sebagai bagian dari evaluasi kinerja, Bawaslu NTB menyoroti pentingnya refleksi dalam pola hubungan internal guna memperkuat pengawasan pemilu di tingkat kabupaten/kota.

“Kami berharap Bawaslu kabupaten/kota terus meningkatkan kapasitasnya dalam mengawasi jalannya pemilu agar proses demokrasi semakin transparan,” tambahnya.

Untuk meningkatkan pengawasan pemilu, Bawaslu NTB telah menjalin 34 perjanjian kerja sama (MoU) dengan berbagai pihak, termasuk 10 kampus, 14 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi masyarakat (Ormas), serta komunitas disabilitas. Hasan Basri menegaskan pentingnya melibatkan komunitas disabilitas dalam diskusi tentang demokrasi prosedural yang lebih inklusif.

“Kami ingin terus berdiskusi dengan komunitas disabilitas dan OPD tentang bagaimana membuat demokrasi lebih inklusif dan partisipatif,” tegasnya.

Bawaslu NTB juga telah membentuk 95 Kampung Pengawasan Partisipatif di berbagai daerah untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. Kota Mataram tercatat sebagai daerah dengan jumlah kampung pengawasan terbanyak, sementara Lombok Timur baru memiliki satu kampung pengawasan.

“Kami berharap jumlah kampung pengawasan ini akan terus bertambah, sehingga masyarakat dapat semakin aktif dalam mengawasi jalannya demokrasi,” ujar Hasan Basri.

Dengan selesainya tahapan Pilkada 2024, Bawaslu NTB menegaskan bahwa penguatan demokrasi harus terus dilakukan agar pesta demokrasi mendatang semakin berkualitas dan transparan. (AL-03) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

‘Gagap Politik’ Golkar NTB di Balik Banjir Pemberitaan Sari Yuliati

23 Mei 2026 - 21:43 WITA

Hj Sari Yuliati Dianggap Tak Bekerja, Ketua BM Kosgoro NTB Imam Kafali Beber Hasil Kerjanya

22 Mei 2026 - 09:28 WITA

Muzihir Bantah Dirinya Dipecat Sebagai Ketua DPW PPP NTB

21 Mei 2026 - 19:49 WITA

Tata Internal Partai, DPP PPP Batalkan Kepengurusan DPW NTB Periode 2026-2031

21 Mei 2026 - 08:08 WITA

Figur Muda Progresif, Dr Gema Potensial Pimpin Demokrat NTB

19 Mei 2026 - 19:52 WITA

Trending di Politik