MATARAM — Desakan untuk segera melaksanakan pelantikan pengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI NTB) kini menjadi sangat vital. Wakil Ketua Umum I DPP KONI Pusat, Mayjen TNI Purn. Suwarno menegaskan agar Pak Mohan Roliskana sebagai ketua terpilih untuk segera mengirimkan konsep pengurusan.
“Untuk segera mengirimkan konsep kepengurusan KONI NTB yang baru. Pak Mohan sebagai ketua, kemudian siapa-siapa pengurus yang lain untuk segera kita legalisir tanda tangan ketua umum KONI pusat,” tegas Suwarno saat ditemui wartawan, pada Kamis, 29/10/2026.

Kenapa hal demikian sangat mendesak untuk dilakukan Pak? Menurut Suwarno karena kepenggurusan yang baru harus diberikan pembekalan untuk menyusun rencana persiapan PON 2028.
Selain melantik KONI, Ia menyampaikan sebelumnya sudah bersurat kepada Gubernur NTB yang berkaitan dengan penyusunan personil PB PON NTB.
“Kalau itu sudah semuanya tersusun, maka akan segera dilantik oleh ketua umum KONI pusat. Harapannya adalah, ketua umum pada saat datang ke sini bisa satu hari dimanfaatkan oleh dua momen ini, melantik KONI provinsi, melantik PB PON,” ujarnya.
Selain itu, Suwarno mengungkap adanya cabang olahraga (cabor) yang sebelumnya akan bertanding di NTB kemungkinan akan dialihkan ke Daerah Khusus Ibukota (DKI). Berarti yang 30 cabor itu bisa berpotensi berkurang penyelenggaraannya di sini, Pak? Iya, akan berkurang karena kondisi venue.
“Yang penting semuanya bisa diselenggarakan dengan lancar sesuai dengan kemampuan dan batas kemampuan, kan gitu ya,” ungkapnya.
Sebelumnya, Mohan Roliskana yang secara resmi dipilih dalam Musyawarah Pleno Club KONI NTB mengaku telah merancang tahapan kerja mulai dari pemetaan pada 2026, penguatan dan pembinaan pada 2027, persiapan PON, serta evaluasi dalam mewujudkan legacy pengurusan pada 2030.
“Pemetaannya sudah ada, terkait atlet maupun pola pelatda. Nanti akan kami diskusikan kembali untuk mengoptimalkan waktu yang terbatas ini. Kita harus realistis tapi tetap optimistis, bukan hanya sukses di PON, tapi juga pembinaan atlet harus berjalan beririsan,” kata Mohan sesaat setelah diumumkan menang dalam Musyawarah Pleno Club 13/10/2026.
Selain itu, dengan kepercayaan diri, Mohan juga menegaskan bahwa pemetaan data atlet serta pola latihan daerah (pelatda) sebenarnya sudah ada dan akan segera dimatangkan melalui diskusi intensif.
“Kita dikejar waktu sekarang, tentu masih ada waktu untuk menyelaraskan semua rencana-rencana ke depan. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memanfaatkan waktu ini agar lebih efektif,” tegas Mohan. (AL-04)













